Kabar Gembira untuk Petani Garam!


Telah diedit pada 2015-11-02 04:13:50


Pekerja memanen garam di laharan pegaraman Desa Bunder Pademawu, Pamekasan, Jatim, Senin (8/9). Buruh olah yang bekerja untuk PT. Garam mengaku mendapatkan bagian satu banding tiga, jika dalam satu lahan menghasilkan tiga ton garam, maka pekerja tersebut mendapatkan bagian satu ton dengan harga sekitar Rp.270 ribu per ton, sementara garam milik rakyat berkisar Rp.525 ribu per ton. ANTARA FOTO/ Saiful Bahri/Koz/hp/14.



Untuk kali pertama dalam sejarah pergaraman nasional, manajemen PT Garam (Persero) akan menyerap garam produksi petani garam dengan harga tertinggi. Kabar gembira untuk petani garam tersebut diungkap Direktur Utama (Dirut) PT Garam (Persero) Usman Perdanakusuma, SH, MBA saat dijumpai Kabar Madura di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Menurut Usman, harga pembelian garam rakyat tersebut naik hingga 100 persen dari harga serap sebelumnya. Ia menyebut dana Rp222 miliar yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 menjadi sumber anggaran untuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani garam tersebut.

"Anggaran yang disiapkan Rp222 miliar dari dana PNM yang kami (PT Garam, red) dapatkan dari pemerintah tahun 2015 ini. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani garam, utamanya di Madura," ucapnya.

Harga serap garam rakyat oleh PT Garam (Persero) berbeda antara K1 atau yang setara Prima 1 (PS) dan K2 yang setara Prima 2 (P). Garam kualitas K1 dipatok PT Garam (Persero) seharga Rp 750 ribu per ton dan Garam K2 di harga Rp550 ribu per ton sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 tahun 2012 tentang HPP Garam.

Pria asal Sumenep tersebut mengaku nilai tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah PT Garam (Persero). Sebagai perbandingan ia menyebut Harga Pokok Pembelian (HPP) garam rakyat sebelumnya di kisaran Rp350 ribu hingga Rp450 ribu per ton.

Ia menandaskan penyerapan garam rakyat tersebut dilakukan PT Garam (Persero) dengan tujuan manjaga harga garam rakyat agar tidak jatuh dan stabil di pasaran. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat petani garam untuk meningkatkan kualitas produksinya.

"Fungsi lain dari penyerapan garam rakyat ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani garam dan melaksanakan penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga garam. Ke depannya kita meminta petani fokus menghasilkan garam premium atau K1," terang Usman.

Kenaikan HPP garam tersebut dalam jangka panjang bertujuan menekan laju importasi garam yang semakin tak terbendung. Menurutnya, jika kualitas garam yang dihasilkan petani berkualitas, pemerintah dipastikan akan menutup keran importasi garam. Di sisi lain Usman menegaskan jika penugasan dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga garam akan berhasil jika keran importasi garam benar-benar diawasi dan terkontrol serta melalui satu pintu, yakni pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk. Dalam pandangannya, Usman menyebut keran importasi garam melalui satu pintu akan memudahkan kontrol harga jual garam rakyat sehingga stabil dan garam impor tidak merembes ke pasar konsumsi.

"Kalau keran impor garam dibuka secara liar dan tidak terkontrol, penugasan pemerintah kepada PT Garam (Persero) sebagai stabilisator harga garam yang menghabiskan anggaran Rp222 miliar akan gagal dan kesejahteraan petani garam akan jauh dari harapan," tegas Usman. Pria berpostur tinggi tersebut menyebut jika upaya peningkatan kualitas garam rakyat berhasil dilakukan, kebutuhan garam industri yang selama ini berasal dari impor akan mampu dipenuhi.

"Jika garam petani memiliki kandung Natrium Klorida (NaCl) di atas 95 persen dan rendah kandungan magnesium (Mg), Saya optimistis kebutuhan sekitar 50 persen garam industri yang selama ini dipenuhi oleh garam impor mampu dipenuhi dari dalam negeri," yakin Usman.

"Untuk itu kami (manajemen PT Garam, red)sebagai penerima penugasan dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga garam meminta dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, petani, dan siapa saja agar tugas berat ini mampu dilaksanakan," pungkasnya.

Sumber : http://korankabar.com/kabar-gembira-untuk-petani-garam/